Bahaya Yang Mengintai Ibu Hamil

Ternyata,… ibu hamil perlu waspada. Tidak hanya waspada terhadap kemungkinan terkena penyakit atau waspada terhadap perkembangan janin, tapi juga wapada terhadap kemungkinan meninggal. OOPs!! Bukannya ingin bikin kecil hati wanita, tapi coba kita perhatikan data kita. Angka Kematian Ibu (AKI) di negara kita masih tinggi dibandingkan negara Asean lain. By the way, apakah AKI itu? AKI adalah jumlah kematian ibu dari proses kehamilan, persalinan dan paska persalinan per 100 000 kelahiran hidup selama satu tahun di wilayah tertentu. Sedangkan istilah kematian ibu itu sendiri adalah kematian wanita dalam masa kehamilan, persalinan dan dalam usia 42 hari (6 minggu) setelah berakhirnya kehamilan tanpa memandang usia kehamilan maupun tempat melekatnya janin oleh sebab apapun yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau pengelolaannya, bukan akibat kecelakaan.

Jadi, bagaimana agar terhindar dari kematian ibu? Untuk menghindari dari kematian ibu ini kita perlu memgetahu apa saja penyebab kematian ibu.  Sebab-sebab kematian bisa bersifat langsung maupun tidak langsung. Yang bersifat langsung adalah kematian yang berkaitan langsung dengan kasus-kasus kebidanan. Contohnya : perdarahan, keracunan kehamilan (kenaikan tekanan darah yang tidak normal pada saat kehamilan atau pasca persalinan, sering disebut dengan pre eklamsi atau eklamsi) dan  infeksi. Sedangkan sebab tidak langsung adalah kematian yang disebabkan oleh kasus kebidanan yang diperberat oleh penyakit sebelum kehamilan, muncul selama kehamilan. Sebab tidak langsung ini diperberat oleh kondisi kehamilannya. Contoh sebab tidak langsung misal penyakit jantung yang sudah berat, dan sebagainya.

Bila sedang hamil, bagaimana caranya untuk menghindari jadi “korban” AKI? Upayakanlah selalu menjaga kesehatan. lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal 4 kali dalam kehamilan. Ingat ya MINIMAL, artinya lebih sering juga lebih baik apalagi bila kehamilannya kurang sehat atau ada resiko tinggi kehamilan nya. Dalam pemeriksaan itu, ikutilah saran tenaga kesehatan yang memeriksa. Pastikan ibu mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara komplit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *