Gizi ibu hamil mempengaruhi masa depan anak

ibu menyusui Setiap ibu pasti mendambakan buah hati yang sehat, kuat dan cerdas.  Untuk mendapatkan buah hati yang berkualitas ternyata dibutuhkan syarat yang tidak terlalu sulit. Selain soal genetika atau keturunan, ternyata kecerdasan, kesehatan dan badan yang kuat pada anak bisa di’desain’ sejak dalam kandungan. Bahkan sebelum kehamilan. Apa saja syaratnya?

Pertama, kehamilan harus disiapkan. Sehingga kondisi fisik dan psikis calon ibu benar-benar ‘ready’. Yaitu : usia minuimal 20 tahun. Kenapa? Karena wanita terus bertumbuh sampai mencapai kematangan yaitu usia 20 tahu. Bila terjadi kehmilan sebelum usia 20 tahun, maka zat- zat gizi yang diperlukan ibu muda yang baru tumbuh itu kan dipakai bersama berbagi dengan janin yang ada di dalam kandungannya. Secara psikologis, seorang wanita yang belum berusia 20 tahun biasanya belum memiliki rasa taggung jawab yang cukup dan naluri keibuan untuk mengurus buah hatinya. Penyiapan kehamilan ini tentunya tidak hanya untuk wanita tapi juga untuk suaminya. Bila suami belum siap secara psikologis dan material pasti kehamilan ini akan menjadi sesuatu yang cukup berat bagi pasangan muda ini.

Kedua, kondisi fisik calon ibu harus optimal. Selain matang, juga harus sehat. Sehat berarti terbebas dari penyakit yang bisa berakibat langsung maupun tidak langsung terhadap kehamilannya. Contoh penyakit yang akan mempengaruhi kehamilan adalah infeksi pada alat seksual, infeksi virus, hipertensi, hepatitis, dan sebagainya.

Kondisi fisik ini tidak hanya dipengaruhi oleh penyakit tapi juga faktor gizi. Seperti ibu hamil yang anemia kemungkinan besar janin akan mengalami pertumbuhan yang kurang optimal. Karena makanan yang harusnya dia dapatkan dari ibu akan berkurang. Oksigen yang diperlukan untuk pertumbuhan akan berkurang. Maka bayi cendenrung memiliki berat badan lahir rendah (BBLR), prematur, abortus (keguguran), cacad, atau bahkan meninggal. Ada batasan yang dipakai untuk melihat apakah seorang ibu anemi atau tidak. menurut WHO tahun 1972,yaitu:

ibu hamil yang normal kadar Hemoglobin (Hb) adalah > 11 gr%.

Disebut anemi ringan bila Hb ibu hamil adalah 8-11gr%,

sedangkan bila <8gr% adalah anemia berat.

Nah,… sebenarnya ada istilah “hemo dilusi” pada ibu hamil , yaitu bahwa terjadi “pengenceran” pada darah ibu hamil karena bertambahnya serum darah ibu karena kehadiran si buah hati. Sehingga semua ibu hamil, anemia ataupun tidak anemia membutuhkan tambahan zat gizi untuk meningkatkan kadar Hb nya. Karena itu ibu hamil sangat dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung zat besi atau minum tablet tambah darah.

Sebenarnya apa sih gunanya menambah zat besi pada ibu hamil? selain untuk optimalnya pertumbuhan janin, juga untuk mempersiapkan saat persalinan nanti. Secara nornal, persalinan normal akan mengekuarkan 250-500 cc darah ibu. Sehingga diperlukan kecukupan hemoglobin dalam darah. Selain itu, Hemoglobin yang membawa oksigen ke dalam otot rahim ini kan sangat membantu pekerjaan otot rahim untuk berkontraksi setelah persalinan. Sedangkan kontraksi yang tidak kuat akan menyebabkan perdarahan yang banyak. Karena pembuluh-pembiuluh darah ada di antara serat-serat otot rahim. karenanya, bila kontraksi otot rahim tidak kuat, ibu bisa mengalami persarahan yang serius……yang bila tidak segera diatasi akan bisa mengakibatkan kematian.

Ketiga, stimulasi terhadap janin dalam kandungan setelah bayi lahir. Ternyata, penelitian mengungkapkan bahwa otak manusia terbentik sejak embrio, kemudian berkembang pesat sejak dalam kandungan dan mencapai 25% orak orang dewasa ketika lahir. Pada saat usia 2 tahun, otak anak telah mencapai 70-80% otak orang dewasa. Dan ketika berumur 5 tahu, maka otaknya hampir sama dengan otak orang dewasa. Ini berarti, pemenuhan zat gizi anak sejak kandungan sampai 5 tahun tidak bisa diabaikan. Dan, stimulasi otak sangat diperlukan pada masa-masa tersebut. tentu saja dengan stimulasi yang bersifar positif. Stimulasi otak yang bisa dilakukan saat dalam kandungan adalah dengan mengajak janin berbicara, mengelus perut ibu, melantunkan doa dan lagu yang lembut, bahkan beberapa pakar menyebutkan dengan memberikan stimulasi otak dengan urutan lagu-lagu klasik tertentu akan menstimulus otak janin untuk mendapatkan kecerdasan kognitif.

Hm,…ternyata Pemenuhan  gizi pada ibu hamil  dan stimulus yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, yang akan sangat mempengaruhi masa depan anak kita.

Mari kita renungkan…………………………………………………………………………….  sebenarnya, kita bisa ‘mendesain’  anak cucu kita yang lebih baik, bukan? Bukannya mendahului kehendak yang Kuasa. Namun, setidaknya kita bisa berupaya untuk yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *